Atmosfir
Udara mempunyai fungsi penting bagi kehidupan manusia, karena udara
merupakan atmosfir yang mengelilingi bumi terdiri atas :
Nitrogen : 78,0%
Oksigen : 21,0% (untuk
bernafas)
Argon : 0,93%
Karbondioksida : 0,03%
(untuk proses photosintesis)
Ozon : 0,00001% (untuk
menahan sinar ultraviolet)
Atmosfer
memiliki fungsi lain, yaitu sebagai isolator bumi
terhadap ruang angkasa yang dingin.
Sumber Pencemar
-
Sumber pencemaran udara ada yang berasal
dari alam, seperti dari Gunung berapi, kebakaran hutan, atau badai berdebu
-
Selain itu sumber pencemaran udara buatan
dapat berasal dari aktifitas industri dan
transportasi
-
Bahan pencemar udara digolongkan
kedalam 2 golongan dasar yaitu:
Partikel
·
Partikel cair, yaitu uap air yang mengembun
berwujud sebagai awan (tinggi diatas tanah) atau sebagai kabut (dekat tanah).
·
Partikel Padat, ada yang mengandung kehidupan atau
berasal dari makhluk hidup,dan yang padat menimbulkan wabah penyakit.
Bahan pencemar gas
·
Karbon dioksida, dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak,
gas, batubara). Tahun 1987 : CO2 dari pembakaran hutan mencapai
33,0%. Di negara Maju mencapai 45%, membuktikan besarkan sumberdaya alam yang
digunakan oleh negara maju.
·
Belerang
dioksida (SO2 dan Nitrogendioksida (NO2) berasal dari pembakaran
bahan bakar fosil. Kedua gas ini penyebab utama Hujan Asam.
·
Chlorofluorocarbon
(CFC), gas (tidak berbau, tidak beracun, tidak mudah
terbakar, tidak mudah bereaksi).
·
Metan,
berasal dari gas alam, pertambangan batubara, rawa, kegiatan
pertanian/peternakan, serta tempat pembuangan sampah. Produksinya dipengaruhi
oleh suhu. Kenaikan suhu oleh pemanasan global akan memperbesar produksi metan.
Pencemaran udara yang populer
Pemanasan Global
·
Pemanasan global akan mempunyai
dampak yang sangat besar, yaitu akan berpengaruh terhadap perubahan iklim se
dunia dan kenaikan permukaan air laut Diperkirakan hujan secara global akan
bertambah, tetapi ada daerah yang hujannya berkurang dan ada pula yang
bertambah. Hal ini
akan mengacaukan sistem pertanian, karena akan diperlukan biaya sangat besar
untuk mengadakan penyesuaian. Frekuensi dan intensitas badai dan topan mungkin
meningkat. Perubahan iklim juga akan menyebabkan kepunahan banyak jenis mahluk
hidup. Untuk mengurangi bahaya terjadinya pemanasan global, emisi gas rumah
kaca harus dikendalikan. Usaha tersebut menyangkut penghematan energi, termasuk
didalamnya menaikkan efisiensi energi di industri, transportasi, dan aktivitas
di rumah tangga.
·
Kenaikan
permukaan air laut akan mengakibatkan terendamnya daerah pantai yang rendah.
·
Pemanasan
global adalah gejala naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya intensitas efek
rumah kaca.
Efek Rumah Kaca
·
Efek rumah kaca dapat
dirasakan di dalam ruangan rumah yang berjendela kaca yang lebar dan terkena
sinar matahari, seperti halnya di dalam mobil yang diparkir di tempat panas
dengan jendela tertutup.
·
Menurut
hukum fisika, panjang gelombang yang dipancarkan sebuah benda tergantung pada
suhu benda tersebut. Makin tinggi suhunya, makin pendek gelombangnya.
·
Sekitar
35% radiasi matahari tidak sampai ke permukaan bumi. Hampir seluruh radiasi
yang bergelombang pendek, sinar gama, sinar x, sinar UV ekstrem, UV-C dan
sebagian besar UV-B diserap di lapisan atmosfer atas.
·
Semua
molekul gas yang terdiri lebih dari satu atom menyerap sinar inframerah. Gas
Rumah Kaca (GRK) inilah yang menyerap sinar inframerah.
·
Dengan
adanya efek rumah kaca, suhu di permukaan bumi naik.
Hujan asam
·
Pencemaran udara yang berasal
dari pembakaran bahan bakar fosil, mengakibatkan terbentuknya asam sulfat
(H2SO4) dan asam nitrat HNO3). Asam itu dapat mengakibatkan kerusakan hutan,
tanaman pertanian, danau, gedung serta kematian mahluk hidup
·
Hujan yang normal (yaitu yang
tidak tercemar mempunyai pH sekitar 5,6), jadi bersifat agak asam.
·
Sekitar
50% SO2 yang ada dalam atmosfer adalah alamiah, antara lain akibat letusan
gunung atau kebakaran hutan.
·
Seperti halnya SO2, 50% NOx
dalam atmosfer adalah alamiah dan 50% adalah antropogenik. Pada waktu
pembakaran, nitrogen teroksidasi menjadi nitrogen dioksida dan lepas ke udara,
yang selanjutnya berubah menjadi asam sulfat.
·
Usaha untuk menanggulangi
pencemaran dari pembakaran bahan bakar fosil dengan membangun cerobong asap
yang tinggi. Dengan menggunakannya, maka daerah sekitar pabrik hanya menderita
sedikit bahkan dapat bebas dari pencemaran, tetapi zat pencemar itu terbawa
oleh angin ke tempat yang lebih jauh. Jika jumlah zat pencemar sedikit, maka
akan terjadi pengenceran zat pencemar, namun jika zat pencemar yang ada dalam
jumlah banyak, efek pengenceran tidak lagi dapat menetralkan keadaan sekitar
daerah industri berat.
Rusaknya
lapisan ozon
·
Ozon memiliki keseimbangan
dinamis yaitu dengan terus menerus terbentuk dan terurai. Di stratosfer
terdapat lapisan ozon yang melindungi kehidupan di bumi dari penyinaran sinar
ultra violet bergelombang pendek (berenergi tinggi).
·
Penyebab
utama terjadinya lubang ozon adalah sekelompok zat kimia buatan manusia yang
sangat berguna untuk keperluan sehari-hari yang disebut klorofluorokarbon
·
Di Montreal, pada tahun 1987,
disetujui untuk membekukan produksi CFC secara bertahap yang dikenal dengan Protokol
Montreal
·
CFC
di stratosfer terkena sinar UV bergelombang pendek yang mengandung banyak
energi, mengalami penguraian dengan terlepasnya atom khlor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar